
Trenggalek – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIT Sunan Giri Trenggalek bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sunan Giri menyelenggarakan pelatihan karya tulis ilmiah di aula kampus STIT Sunan Giri, Sabtu (20/9/2025).
Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru mengenai tugas perkuliahan yang berhubungan dengan penulisan karya ilmiah, khususnya makalah.
Pelatihan menghadirkan Sahabat Fitria Muftihatur R., Ketua Kopri PMII Komisariat Sunan Giri, sebagai pemateri utama.
Menurut Ahmad Rifki Muzaqi, Ketua PMII Komisariat Sunan Giri, kegiatan tersebut bertujuan memperluas wawasan mahasiswa baru dalam penyusunan karya tulis ilmiah, mulai dari makalah hingga jurnal. Ia menekankan pentingnya pemahaman pedoman penulisan yang mencakup konsep, format, sistematika, hingga teknik penomoran halaman.
“Harapannya, mahasiswa baru bisa lebih terampil dalam penulisan karya ilmiah sekaligus mengenal pedoman penulisannya,” ujarnya.
Ketua BEM STIT Sunan Giri, Sahabat Miftahul Firdaus, menambahkan bahwa kebebasan penulisan makalah tetap harus berpijak pada kaidah ilmiah yang berlaku. “Dalam penulisan makalah, mahasiswa bebas memilih referensi dan mengembangkan analisis, namun tetap harus sesuai dengan prinsip-prinsip ilmiah yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Ia juga berharap pelatihan ini mampu memberi dampak positif bagi mahasiswa baru angkatan 2025 agar lebih unggul dibandingkan angkatan sebelumnya. “Semoga setelah pelatihan ini, mahasiswa baru dapat meningkatkan kualitas karya tulis ilmiahnya,” pungkasnya.
Penulis: Zulfa Ulinnuha




