
Selamat dan sukses atas dilantiknya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIT Sunan Giri Trenggalek Periode 2025. Harapan kami sebagai mahasiswa, BEM dapat benar-benar mewujudkan slogan yang diusung: “Pejuang Otentik dan Berdampak.” Sebuah slogan yang seharusnya mencerminkan keberanian, ketegasan, dan aksi nyata dalam memperjuangkan kepentingan mahasiswa.
Bahkan di tengah perubahan status kampus dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) menjadi Institut Agama Islam (IAI), kehidupan kemahasiswaan masih menghadapi tantangan besar. Kegiatan mahasiswa, khususnya yang diinisiasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), kerap berjalan dengan sumber daya terbatas dan minim dukungan dari pihak kampus.
Situasi seperti ini, peran BEM menjadi krusial. BEM bukan sekadar simbol atau pelengkap struktur organisasi, melainkan garda terdepan yang menyuarakan persoalan internal kampus, memperjuangkan aspirasi mahasiswa, dan menjadi penghubung antara mahasiswa dan pimpinan kampus. Ketika suara kritis menghilang dan arah gerakan menjadi samar, keotentikan dan dampak yang dijanjikan dalam slogan patut dipertanyakan.
Harapan kami(Mahasiswa) kedepanmya BEM STIT Sunan Giri Trenggalek tetap eksis dan konsisten menjalankan program kerja sesuai janji yang diucapkan pada pelantikan Senin, 11 Agustus 2025 lalu—bukan hanya manis di awal saja. BEM bukan ajang pencarian bakat, bukan wadah menyalurkan rasa penasaran, dan bukan tempat mencari nama.(*)




