
Pada tanggal 02 Juli 2025, bertempat di Aula STIT SUNAN GIRI TRENGGALEK, telah sukses diselenggarakan sebuah kegiatan VOKALERI (VOKAL GALERI) yang mengusung tema kuat: “Berani Berbicara Bersuara! Suara Bukan Sekadar Kata, Ini Adalah Aksi Nyata.” Acara ini didorong oleh semangat “Terus Berkarya, Terus Berani, Terus Bersuara,” dengan visi untuk memberdayakan mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu menciptakan resonansi dan mendorong tindakan nyata melalui komunikasi efektif.
Pelatihan ini dihadiri oleh total 50 peserta, yang tidak hanya berasal dari kalangan internal tetapi juga mahasiswa eksternal, menunjukkan antusiasme dan kebutuhan akan peningkatan kapasitas diri di bidang komunikasi. Sebagai narasumber inspiratif,Ibu ZANZABELA memimpin sesi yang mendalam dan interaktif. Selama pelatihan, peserta tidak hanya diajari tips dan trik public speaking untuk menciptakan resonansi yang mengikat audiens, tetapi juga dibimbing langsung dalam teknik pengambilan gambar serta diajari cara menyusun dan menyampaikan presentasi yang baik dan benar. Materi disampaikan secara sangat detail, memastikan setiap peserta memahami esensi dan mampu mengaplikasikan setiap poin hingga benar-benar menguasai materi. Seluruh materi presentasi dapat diakses melalui tautan
https://docs.google.com/presentation/d/1dJ7Wqje0QiB3OJf2ylDwhiaTaBqU6m0c/edit?usp=drivesdk&ouid=107976388375502791152&rtpof=true&sd=true
Antusiasme mahasiswa terlihat sangat jelas sepanjang kegiatan, partisipasi aktif mereka dalam sesi diskusi dan praktik menunjukkan dedikasi tinggi untuk mengasah kemampuan komunikasi. Peserta menyambut positif setiap materi yang diberikan dan menunjukkan pemahaman mendalam. Mengingat respons yang sangat positif ini, para mahasiswa peserta sangat berharap akan ada kegiatan serupa yang lebih baik dan berkelanjutan di kemudian hari, menegaskan kebutuhan akan forum pengembangan diri yang terus-menerus.
Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak generasi mahasiswa yang tidak hanya berani menyampaikan gagasan, tetapi juga mampu mewujudkan visi mereka menjadi aksi nyata, mempertegas bahwa suara bukan sekadar retorika, melainkan kekuatan pendorong perubahan.




